Sabtu, 03 November 2012

Nilai-Nilai Ritual Ibadah Haji




Ibadah haji terdiri dari rangkain-rangkain ritual yang saling berkesinambungan, merupakan warisan tardisi turun-temurun yang didalamnya terdapat pesan baik secara eksplist maupun inplisit yang kerap mendekati makna esoteric. Muatan nilai-nilai yang terismpan dalam ibadah haji itulah yang akan mengantarkan kepada sejatinya manusia sebagai hamba, dan mahluk social.

Tujuan ibaadah haji yang dilakukan umat islam  bukan untuk Allah, tetapi untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Hakikat manusia sebagai makhluk  dipraktikkan dalam pelaksanaan ibadah haji, dalam acara-acara ritual, atau dalam tuntunan non-ritualnya, dalam bentuk kewajiban atau larangan, dalam bentuk nyata atau simbolik dan semuanya, pada akhirnya mengantarkan seorang haji hidup dengan pengamalan dan pengalaman kemanusiaan universal.

Ihram : Disinilah pijakan pertama kali ritual ibadah haji di mulai, meliputi mandi  sunah, mengenakan pakaian ihram, niat dan sholat sunah 2 rakaat.  
Niat merupakan pilar bagi semua ibadah. Maka tidak salah jika nilai sebuah ibadah tergatung pada niatnya dan kesempurnaan ibadah terletak pada prakeknya. 

Ihram terdapat berbagai muatan nilai berupa theologis bahwa esensi haji absolut sebagai bentuk panghambaan kepada sang pencipta, dengan niat pengesaan tanpa elemen-elemen duniawi. Dimensi pisikologis setiap manusia akan merasakan gejolak jiwa ketika bertemu dengan yang disukainya, baik berupa perasaan senang, khawatir, takut dan lain sebagainya. Seperti hal nya ketika Ihram saat melepas semua pakaian berjahit dan berniat melakukan haji dengan segala bentuk ritual yang disyariatkan, berbagia rasa berbaur dalam hati manusia. Hingga mencapai sebuah puncak pengalaman spiritual manusia yang bersifat universal.

Thawaf: yakni mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali. Al Qur’an menyebutkan Ka’bah merupakan rumah yang pertama kali dibagun (lht surat Al-Imran:96), Pelatakan batu pertama oleh nabi Ibrahim As pada central bumi berdasarkan ilham ilahi, Ka’bah secara vertikal satu titik dengan baitul ma’mur yakni tempat dimana para malaikat bertawaf. Sains telah mengungkap sebuah fakta bahwa Ka’bah terletak di central bumi, sebagi syimbol rotasi alam semesta dimana matahari sebagai pusat tata surya  dikeliling oleh pelanet-pelanet. Disebutkan dalam riwayat bahwa ritual thawaf pertama kali dilakukan oleh nabi Adam As. Sebagi bentuk tobat kepada Allah Swt. Ka’bah dikelilingi oleh jutaan umat muslim diseluruh dunia dengan membentuk putaran yang memusat pada satu titik, dengan penuh pengharapan, kerendahan diri dan penyucian jiwa. Semua manusia ketika berthawaf memusatkan gerakan kepada Ka’bah meski himpitan dan desakan tak dapat dihindari.

Selasa, 19 Juli 2011

Di balik semangat sang pejuang merah*

Rona itu membara menggelegar  dalam jiwa-jiwa pemuda pemudi bangsa
Semangat itu berkobar meraih kemenangan
Angan melayang menembus cakrawala guna mengharumkan tanah air tercinta
Harapan itu mesti di bayar dengan pengorbanan dan kesungguhan
Terus berlatih menjadi sang  juara
Ah,,,namun sejenak termenung di balik gagahnya merahku 
Di saat-saat menghimpit dan genting menuju penggapaian harapan ke akuan manusia-manusia itu menghampiri 

Senin, 18 Juli 2011

Dalam Kebisuan


Di sudut ini termenung,,,dalam kebisuan,,dalam diam,,,menyimpan seribu makna terselubung,,,

Sejenak terlintas klise silam tentang cerita keindahan semu,,,

Ah,,semua telah berlalu kini hanya terdiam dalam kebisuan, tanpa kata , tanpa tatap, namun semua bisa merasakan,,,

Layaknya roda yang berputar terus bergerak dan menggambarkan perubahan,,,

Cerita perjalanan menggambarkan perputaran rotasi kehidupan,,,

Senyum yang dulu merekah, kini berganti menguncup,,,

Canda tawa yang dulu pernah menghiasi, melebur keasingan,,,

Semua adalah pilihan,,,layaknya kebahagiaan itu pilihan,,,

Semuanya mengingkinkan yang terbaik menurut cara mereka,,,

Meski berat, asing dan aneh, namun sebuah pembelajaran, pembelajaran menuju keindahan hakiki,,,menuju kebahagiaan sejati,,dan kedamaian yang di cari,,,

Dalam kebisuan dan diam,,, ku temukan sejuta arti yang tak dapat di fahami selain bahasa hati,,,

Kadang rasa dan rasio bertolak belakang untuk di kedepankan namun itu dapat di seimbangkan,,,

Dalam damai ku,,”menulis di atas pasir”  mengepakan sayap lebih tinggi menggapai sejuta arti meniti ridho illahi,,,,


Rabu, 17 Februari 2010

Hulaghu Khan Sang Penakluk Baghdad



Dinasti Abasiyah

Bagdad merupakan pusat pemerintahan dinasti Abasiyah,setelah berakhirnya kekusaan dinasti Umayyah pada tahun 132H/750M.Tampu ke pemimpinan Islam di lanjutkan oleh dinasti Abasiyah yang memerintah selama 508 tahun dari tahun 132H/750M sampai 656H/1258M. Yang di pimpin oleh 37 khalifah dari khalifah Abdul Abbas Assafah hingga Al Musta’sim Billah, pada masa Musta’sim Billah Bagdad tumbang ke tangan orang-orang Mongol di bawah pimpinan Khulaghu Kahan.

Pada masa di dinasti Abasiyah Islam mengalami kemajauan dalam bidang ilmu pengetahuan. Salah satunya berkembangnya penerjemahaan bahasa Yunani, Persi dan Hindia ke Bahasa arab. Pada masa dinasti Abasiyah melahirkan para cendekia muslim seperti Al Fazari di kalangan orang eropa di kenal dengan Al Faragnus beliau adalah seorang ilmuwan dalam bidang astronomi.

Sabtu, 09 Januari 2010

INDONESIA THE TRULY ATLANTIS


“ATLANTIS THE LOST CONTINENTS FINALLY FOUND”

Buku itu secara tegas menyatakannya bahwa lokasi Atlantis yang hilang sejak 11.600 tahun yang lalu itu adalah di INDONESIA. Bukan Malaysia. Selama ini lokasi yang diceritakan Plato 2.500 tahun lalu itu, saat dimana Yunani masih menjadi pusat kebudayaan Dunia Barat, dianggap Benua yang dihuni sebuah bangsa dengan peradaban yang sangat tinggi, alam yang sangat kaya, dan kemudian tenggelam ke dasar laut oleh bencana banjir dan gempa bumi sebagai hukuman dari para Dewa. Kisah ini dibahas dari masa ke masa, dan upaya penelusuran terus dilakukan di samudera Atlantik, Laut Tengah, Caribea, sampai ke kutub Utara guna mencari sisa-sisa peradaban tinggi yang dicapai bangsa Atlantis itu.